Gang Dolly merupakan salah satu tempat yang sangat termahsyur di Indosesia. Letaknya di salah satu kota terbesar di jalur pantura jawa bagian timur, SURABAYA. Lokalisasi ini adalah yang terbesar di Asia Tenggara lebih besar dari Phat Pong di Bangkok, Thailand dan Geylang di Singapura. Bahkan pernah terjadi kontroversi untuk memasukkan Gang Dolly sebagai salah satu daerah tujuan wisata Surabaya bagi wisatawan mancanegara (id.wikipedia.org)
saya sendiri belum pernah pergi kesana. tapi menurut wawancara saya dengan kun*m kun*m surabaya, letaknya di sekitar pasar kembang, banyu urip, Surabaya
tempat jual beli cinta ini dirintis sejak masa penjajahan Belanda, tahun tepatnya masih merupakan misteri, oleh seseorang perempuan belanda yang kerap dipanggil Tante Dolly. pada awalnya Tante Dolly memulai bisnisnya untuk menyediakan jasa pemuas nafsu antek antek belanda yang sedang menjajah bumi pertiwi. namun pada perkembangannya, tidak hanya antek belanda yang doyan jajan wilayah tersebut, orang pribumi pun semakin banyak yang berkunjung sekadar melepaskan nafsu syahwatnya. dan hingga saat ini, tempat tersebut telah menjadi salah satu tujuan wisata "pusaka" terbesar se-Asia Tenggara. fantastis. konon, anak keturunan Tante Dolly masih ada hingga sekarang, namun tidak lagi berkecimpung di dunia gelap yang dirintis nenek moyang mereka.
Prostitusi yang terletak sudut kota surabaya ini mempunyai 898 wisma prostitusi dengan 8000 orang perempuan penggoda yang tiap duduk berjejer di etalase kaca untuk menunggu pelanggan yang akan memboking. wanita penjaja cinta di daerah ini biasanya mematok tarif Rp. 80.000 hingga Rp. 150.000 tergantung kualitas dan tawar menawar serta tambahan biaya keamanan Rp. 5.000. cukup murah bukan ?
bagi lelaki berhidung belang yang pernah menjajal dan melanglang buana di dunia hina ini, servis di gang dolly termasuk dalam kategori istimewa untuk kelas prostitusi umum. kebanyakan dari mereka ketagihan dan ingin datang lagi ke gang dolly. lagi, lagi dan lagi..
kegiatan perekonomian di gang dolly juga tidak terhenti disini. terdapat puluhan makelar yang senantiasa siap menjadi biro iklan dan promosi dari setiap wisma untuk menggaet pengunjung. seorang makelar mendapat bagian sekitar Rp. 10.000 untuk setiap pengunjung yang datang. dan setiap harinya para makelar tersebut dapat membujuk 8-10 lelaki untuk datang ke salah satu wisma. lumayan lah, buat menghidupi anak istri.
hubungan antara makelar dan wanita juga tergolong akrab. sang makelar kerap menjadi body guard bagi sang wanita keluar (dibooking di luar wilayah) gang dolly. makelar menjadi anjing penjaga yang setia menemani majikan yang sedang bertugas, dan siap menggigit apabila majikannya diganggu.
berikut tips yang saya dapat dari biongo-blog.blogspot.com
1. Kalau ke Dolly usahakan sore hari atau antara jam 07.00 WIB sampe jam 10.00 WIB. Ini dikarenakan cewek-cewek dolly masih fresh "barang"nya dan juga kondisi badannya masih fresh.
2. Usahakan jangan hari sabtu, minggu atau hari libur karena di dolly pasti ramai sekali.
3. Kalau masih pengen "save" lagi, sekedar informasi. Cewek-cewek dolly tiap hari Kamis minggu pertama dan ketiga "diperiksa" dan "dibersihkan" barangnya dari segala macam ciuman penyakit.
4. Kalau sudah di dalam kamar bersama cewek pilihan anda lebih baik "hajar" dulu aja karena trik yang dilancarkan oleh mereka adalah mengajak ngobrol yang prinsipnya untuk menghabiskan waktu berkencan.
5. Jangan berbuat kasar terhadap wanita yang anda pilih karena bila anda kasar, maka taruhan nyawa adalah jawabannya.
semoga bermanfaat
waspadalah, bahaya AIDS mengancam kita
waspadalah, Allah senantiasa melihat apa yang kita lakukan
Friday, August 7, 2009
gang dolly
Posted by dompo at 10:33 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment