Sunday, June 28, 2009

dompo

Semasa kelas 2 SMP saya pernah terserang penyakit dompo. Ugh, menyiksa. Panas dan gatel banget. Apalagi saya tinggal di daerah pekalongan yang panasnya minta ampun. Berkeringat dikit, pasti gatel. Dan parahnya, seorang teman sekelas suka nabok punggungku yang terkena dompo. Jadi deh domponya lama sembuhnya. Dan karena itulah sejak saat itu saya dipanggil DOMPO.
Dan sekadar berbagi wawasan, saya buat artikel yang saya kumpulkan dari berbagai sumber mengenai penyakit dompo
DOMPO adalah sebuah penyakit kulit yang disebabkan oleh virus yang ditandai kulit memerah dan meradang serta demam pada penderita. Kemudian akan timbul Gelembung-gelembung kecil berisi cairan, yang kemudian terkumpul menjadi satu dan membesar menjadi luka cukup besar. Gatal dan terasa panas.
Dompo secara medis termasuk jenis penyakit Herpes, tepatnya herpes zoster. Beberapa orang awam salah kaprah dengan menyamakan dompo dengan penyakit Herpes Simpleks (herpes genital). Walau sesama penyakit herpes, kedua jenis penyakit ini sangat berbeda. Dari mulai jenis virus, factor pencetus, hingga bagian kulit yang diserang.
Berikut adalah profil dari penyakit dompo :

Herpes Zoster (HZ)

Sinonim:
Dompo, cacar ular, shingles, shakes.

Penyebab:
Virus varicella-zoster (VZV)

Gejala/Tanda:
Dapat didahului demam, pusing. Nyeri otot-tulang, gatal, pegal. Lalu timbul eritema (kemerahan), vesikel (gelembung berisi cairan, berdiameter <1 cm) berisi cairan jernih, setelah beberapa hari menjadi keruh (abu-abu), dapat bercampur darah.

Klasifikasi HZ:
HZ oftalmika (menyerang dahi dan sekitar mata),
HZ servikalis (menyerang pundak dan lengan),
HZ torakalis (menyerang dada dan perut),
HZ lumbalis (menyerang bokong dan paha),
HZ sakralis (menyerang sekitar anus dan kelamin),
HZ otikum (menyerang telinga).

Terapi:
Istirahat, asiklovir (5 x 800 mg sehari selama 7 hari), bedak salisil 2% atau losio kalamin. Jika terjadi infeksi sekunder, berikan salep kloramfenikol 2%. Untuk mengurangi neuralgia pascaherpetika, berikan kortikosteroid seperti: prednison 30 mg sehari atau triamsinolon 48 mg sehari. Dapat ditambahkan vitamin B1, B6, dan B12.

Catatan:
HZ dapat dicegah dengan pemberian vaksin, direkomendasikan untuk anak berusia 1-12 tahun.



*yang saya derita adalah HZ Torakalis

1 comments:

hanya BIRU said...

siang mas DOMPO,,, Anu, ane mau eng copy paste artikel mas sbagian bwt blog ane yaa..
cuman profil dompo ama sedikit yg lainnye kog...
arigatou n mian hae sebelume...


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com and Architecture. Powered by Blogger