Thursday, April 2, 2009

inilah hidup

Hidup itu memang misteri. Seperti roda yang berputar, kadang kita diatas, namun sesaat kemudian kita udah di bawah. Apakah roda itu berputar cepat? Apakah melewati jalan berliku? Who knows..
Namun terkadang kita trlalu takut memandang hidup itu sendiri. Aneh memang, takut akan sesuatu yang belum terjadi. Beralasan? Entah, saya sendiri terkadang takut melihat masa depan saya.
Seperti malam ini, saya mengalami kejadian yang mungkin bisa jadi kabar baik atau mungkin kabar buruk bagi kita. Sebut saja Jono, seorang pemuda yang bisa dibilang jenius di bidangnya. Salah seorang teman yang bertahun" saya kenal. Jono adalah seorang yang boleh dikatakan introvert akut. Pendiam dan tertutup.
Disisi lain ada Amat, pemuda enerjik yang supel. Tidak begitu ahli di bidangnya, tetapi dia sering merendahkan orang lain. Entah serius atau bercanda, sifat yang satu ini bukanlah sifat yang baik.
Sebagaimana yang saya katakan tadi, Jono adalah jenius di bidangnya. Tidak berlebihan jika saya menilai dia adalah salah satu wonderkid dunia persilatan. Namun sikap introvertnya membawa dia tersingkir dan tersisih dalam dinamika perputaran roda kehidupan. Ketertutupannya membawa bencana baginya. Dia tidak memiliki pergaulan yang luas yang menyebabkan keterbatasan dalam relasi yang dapat membuka pintu bernama peluang.
Dan tengoklah kawan, sang jenius itu kini terpuruk dalam pekerjaan sebagai security. Bukan pekerjaan yang hina, tapi kawan, dia jenius, saya tekankan, jenius. Sayang, potensinya terkubur dalam realita.
Lain halnya dengan Amat. Sikap supelnya membuat iya berkembang pesat dalam 5 tahun terakhir. Relasi membawa peluang dan peluang datang kepadanya. Kini dia seorang sukses di bidangnya.
Hidup memang aneh kawan. Tapi jangan kau risaukan hidup itu. Rezeki sudah ada yang ngatur. Seorang bijak pernah berkata, "WHY SO SERIOUS..??"
yap.. kenapa harus pusing? Hidup ini bukan cuma hitam dan putih. Penuh warna kawan. Lebih indah dari pelangi. Jalani saja hidup ini, karena kita tidak tahu kemana Tuhan akan menuntun kita. Yang jelas Tuhan tahu mana yang terindah bagi kita.
Dan hidup akan terus berlanjut. Tidak akan berhenti sejenak untuk menunggu kita, atau kembali saat kita menyesali masa lalu. Seperti kedua kawan saya. Ketika tulisan ini saya buat, usia mereka belum mencapai 30 tahun. Kalo saya tidak salah hitung, sekitar 27 tahun. Masih muda bukan? Dan jalan mereka pun masih panjang.
Hal yang pasti dalam dunia ini adalah ketidakpastian. Tentunya saya, anda, dan mereka tidak tahu apa yang akan terjadi 1 detik ke depan. Then, why so serious?

*saya memang tidak menyebutkan bidang apa kedua kawan saya berkecimpung. Cukup rumit untuk dijelaskan. Kalian boleh menganggap mereka berkecimpung di dunia apa saja untuk memudahkan memahami esensi cerita. Bolehlah kalian berkhayal mereka seorang germo, preman, seniman, aktor, atau apa saja. take it easy. tapi saya menyarankan bayangkan mereka adalah mucikari. He..

1 comments:

airyz said...

Ayo jgn malas apdet blog mpo.

symbol-


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com and Architecture. Powered by Blogger